Dosen FKG Unmul Jadi Narasumber Workshop Internasional 4th APCMM 2026

Samarinda – Dosen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Mulawarman, Alhawaris, S.Si., M.Kes., menjadi narasumber dalam kegiatan internasional 4th Asia Pacific Workshop & Conference on Molecular Medicine (APCMM) 2026 yang diselenggarakan pada 27–31 Juli 2026.


Dalam kegiatan tersebut, Alhawaris, S.Si., M.Kes. berkesempatan memberikan workshop dengan topik “Introduction of Next-Generation Sequencing (NGS) SARS-CoV-2”. Materi ini memperkenalkan konsep dan penerapan teknologi Next-Generation Sequencing (NGS) dalam analisis genom SARS-CoV-2, khususnya dalam mendukung pemahaman terhadap karakteristik dan perubahan genetik virus.


Keterlibatan dosen FKG Universitas Mulawarman sebagai narasumber dalam kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi akademisi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kedokteran molekuler dan biologi molekuler, sekaligus memperluas jejaring akademik di tingkat internasional.


Kegiatan 4th APCMM 2026 turut diikuti oleh peserta dan akademisi dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik, di antaranya Taiwan, Thailand, Indonesia, dan Brunei Darussalam. Kehadiran peserta dari berbagai negara menjadikan kegiatan ini sebagai wadah pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta perkembangan terbaru dalam bidang molecular medicine.


Melalui workshop tersebut, peserta mendapatkan pengenalan mengenai prinsip dasar NGS serta pemanfaatannya dalam studi SARS-CoV-2. Teknologi NGS sendiri memiliki peran penting dalam penelitian genomik karena memungkinkan analisis materi genetik secara lebih komprehensif, termasuk dalam mengidentifikasi variasi atau perubahan pada genom virus.


Partisipasi Alhawaris, S.Si., M.Kes. sebagai narasumber pada kegiatan internasional tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat peran dan kontribusi FKG Universitas Mulawarman dalam pengembangan keilmuan, penelitian, serta jejaring akademik di tingkat nasional maupun internasional.


Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong kolaborasi dan pertukaran keilmuan antarnegara dalam menghadapi perkembangan ilmu kedokteran molekuler dan teknologi genomik yang semakin pesat.


Bagikan
Sebarkan info berita ke rekan Anda.
WhatsApp Facebook X / Twitter