Mewakili UNMUL, Mahasiswa FKG UNMUL Turut Hadir Dalam Kegiatan International Global Summer Week 2026

Samarinda – Setelah melewati berbagai perjuangan untuk menggapai cita-cita, mulai dari Tutorial, Keterampilan Medik, Ujian Blok, hingga OSCE. Libur semester merupakan hal yang selalu di tunggu oleh sebagian mahasiswa, khususnya mahasiswa kedokteran gigi. Banyak mahasiswa yang sudah terbayang dalam angan angannya dan merencanakan kegiatan apa yang mungkin akan dilakukan dikala mengisi hari liburnya bahkan ketika waktu libur pun belum diumumkan. Banyak wacana yang telah dicanangkan seperti mendaki ke gunung bersama, travelling ke berbagai daerah, pulang ke kampung halaman, atau hanya berdiam di rumah dan tidak melakukan apa-apa. Semua kegiatan tersebut dilakukan untuk menghilangkan rasa penat dan jenuh yang dialami setelah berjuang satu semester lamanya. 


Tetapi apa jadinya bila di waktu libur yang panjang tersebut, bukannya memilih kegiatan yang menyenangkan, melainkan memilih untuk belajar dan berdiskusi dengan topik yang cukup menguras otak. Hal inilah yang dilakukan oleh Muhammad Iqbal Alfarezi dan Muhammad Alif Syawaludin, dua mahasiswa FKG UNMUL yang turut hadir dalam kegiatan Internasional Global Summer Week 2026 yang di selenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gajah Mada (FEB UGM).


Kegiatan ini dilaksanakan selama sepuluh hari, dimulai dari tanggal 13 Juli hingga tanggal 24 Juli 2026 yang berlokasi di gedung FEB UGM. Kegiatan ini juga dihadiri dari berbagai universitas baik universitas dalam negeri seperti Politeknik Negeri Malang, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Negeri Surabaya, dan tentunya Universitas Mulawarman. Selain universitas dalam negeri, kegiatan ini juga turut menghadirkan berbagai peserta dari luar negeri seperti Glasgow University (Inggris), Universiti Brunei Darussalam (Brunei Darussalam), University of Canterbury (Australia), dan WU Vienna (Austria).



Kegiatan ini merupakan program summer camp yang berfokus pada penguatan keilmuan dalam bidang ekonomi dan manajemen bisnis dengan mengusung tema “Inclusivity and Innovation in Sustainable Entrepreneuship”. Kegiatan ini juga menghadirkan pemateri yang merupakan pakar dan ahli dalam bidangnya dengan membawa berbagai macam materi ekonomi dan bisnis yang cukup relevan di zaman sekarang. Dari semua materi yang ada, dapat disimpulkan bahwa “inklusivitas memainkan peran penting dalam berjalannya suatu usaha, dengan membuka peluang bagi siapa saja untuk bisa mengakses atau berperan dalam usaha/bisnis kita. Maka peluang untuk usaha kita akan bertahan semakin terbuka”. Tidak kalah menarik, kegiatan ini juga diiringi dengan diskusi grup yang disuguhkan berbagai skenario kasus dari pemateri untuk dipecahkan. Pada akhir kegiatan program, setiap grup akan mempresentasikan business idea projects yang telah didiskusikan selama seminggu sebelumnya.

Selain penyampaian materi dan diskusi grup, program ini juga turut mengadakan outbond dengan tujuan untuk lebih saling mengenal dan mempererat hubungan antar peserta. Selain itu juga dilakukan company visit ke beberapa pabrik terkemuka di daerah Yogyakarta seperti Coklat Monggo, Dowa Bag, PT. Ameya Livingstyle, dan Sabilla Farm dengan tujuan agar peserta tidak hanya mengetahui bisnis melalui teori saja, melainkan mengenal lebih dalam secara praktis bagaimana dan proses apa saja yang harus dilalui suatu bisnis hingga bisa sampai ke titik puncaknya. Dan ketika sampainya di hari terakhir program, dilaksanakan gala dinner  sekaligus sebagai penutup dari kegiatan ini yang dilaksanakan di area Prambanan.



Banyak manfaat atau benefit yang diperoleh dari kegiatan ini, selain mendapatkan ilmu dan pengalaman baru, relasi juga merupakan salah satunya. Banyak relasi yang terhubung dari kegiatan ini dikarenakan berasal dari latar belakang yang berbeda baik secara lokal seperti peserta dari Surabaya, Yogyakarta, dan Malang. Maupun secara internasional seperti Bangladesh, India, New Zealand, Ukraina, Polandia dan Brunei Darussalam yang tentu juga memiliki latar belakang pendidikan yang sama beragamnya.


Kegiatan ini juga membuka pandangan yang sangat luas bahwasannya tidak menutup kemungkinan setiap ilmu yang ada bisa dipelajari oleh siapa pun, walau latar belakang yang berbeda dari keilmuan yang dipelajarinya. Hal inilah yang dirasakan oleh kedua mahasiswa kedokteran gigi ketika hari pertama mereka hadir dalam kegiatan, banyak pertanyaan yang ada dalam benak mereka dan pertanyaan dari peserta lain kepada mereka “apa korelasi antara kedokteran gigi dengan ekonomi bisnis?”. Awalnya mereka bingung menjawabnya, tetapi lambat laun mengikuti kegiatan ini, mereka mulai mengerti dan sadar bahwa ada korelasi yang sangat jelas antara ilmu yang mereka pelajari dan jurusan yang mereka emban. Dan mungkin ini pula yang dimaksud dengan pepatah “tuntutlah ilmu sampai ke negeri cina”, yang dapat dimaknai dengan “Selama ada niat untuk belajar, maka semua kemungkinan untuk menuntut ilmu apa saja dan di mana saja  akan selalu terbuka”.

Bagikan
Sebarkan info berita ke rekan Anda.
WhatsApp Facebook X / Twitter