Dari Gagasan hingga Panggung Internasional, ORALENS Antarkan Mahasiswa FKG Unmul Raih Bronze Medal 3rd ISC di Thailand
Perkembangan ilmu di bidang kedokteran gigi berbasis teknologi dan kecerdasan buatan membawa mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mulawarman meraih Bronze Medal dalam 3rd International Student Competition (ISC) yang dilaksanakan pada 8-9 Agustus 2026 di Bangkok, Thailand.
Pada bidang kompetisi penulisan essay diikuti oleh sekitar 80 tim dari berbagai seperti, Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, China, Ghana, Pakistan, Mesir, Brunei, dan lainnya. Pada ajang ini, ketiga mahasiswa FKG Unmul memperkenalkan inovasi ORALENS (Integrated Intraoral Surveillance Ecosystem for Continuous 3D Dental Reconstruction and AI-Based Predictive Caries Risk Detection) sebagai konsep prototype alat yang ditujukan untuk mendukung upaya pencegahan dan deteksi karies dini.
Tim yang mengembangkan inovasi tersebut terdiri atas Aryakhti Akbar Ibrahim, Ubaydillah Shahab, dan Muhammad Nur Ansyar Pratama, dengan bikbingan dari Bapak Alhawaris, S.Si.,M.Kes.
ORALENS dikembangkan berdasarkan tanda awal karies, seperti white spot lesion yang sulit dikenali pada tahap awal jika mengandalkan pemeriksaan visual biasa. Karena itu, tim memberikan inovasi konsep alat yang memanfaatkan sinar fluoresensi, kecerdasan buatan (AI), serta konveksitas dengan smartphone untuk membantu pengguna memantau kondisi giginya.
Fitur yang ditawarkan juga dapat melakukan pemindaian pada permukaan gigi. Fluorescence Imaging Technology akan menampilkan perubahan pada jaringan gigi yang dapat mengindikasi adanya awal demineralisasi atau white spot lesion. Hasil pemindaian selanjutnya dapat ditampilkan melalui ponsel untuk membantu pengguna melihat kondisi gigi dengan lebih jelas.
Tidak hanya dirancang untuk mendeteksi tanda awal karies, ORALENS juga dikembangkan untuk memberi pengalaman pemantauan kondisi gigi yang lebih komprehensif. Sistem ini memiliki konsep rekonstruksi gigi dalam bentuk model 3D, sehingga pengguna dapat memperoleh gambaran digital mengenai kondisi giginya dan memantau perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu.
Selain itu, pemanfaatan AI dalam ORALENS diharapkan dapat membantu menganalisis hasil pemindaian serta memberikan rekomendasi perawatan berdasarkan kondisi yang terpindai. Berdasarkan pendekatan tersebut, inovasi ini tidak hanya berfokus pada deteksi, tetapi juga mendorong perubahan paradigma dari perawatan yang bersifat reaktif menuju pencegahan dan pemantauan kesehatan gigi secara lebih dini.
Keberhasilan meraih medali perunggu di tengah persaingan yang diikuti sekitar 80 tim ini merupakan pencapaian membanggakan bagi FKG Unmul. Gagasan ORALENS yang berhasil menunjukkan bahwa perkembangan teknologi dapat menjadi pendekatan baru dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut.